Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak

Kenangan Manis di Hari Guru Nasional 2025: Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak

Panggung sederhana yang dihiasi spanduk hijau bertuliskan “Peringatan Hari Guru Nasional 2025” itu menjadi saksi bisu kehangatan dan kebersamaan segenap pendidik di Yayasan Khoiriyah Hasyim Salafiyah Syafiiyah Seblak. Cahaya alami yang masuk dari jendela-jendela tinggi memantul lembut pada karpet hijau yang terhampar, menyelimuti suasana dengan aura khidmat namun penuh kegembiraan.

Di tengah panggung, berdirilah 17 sosok guru yang luar biasa. Mereka tampil serasi, sebagian besar mengenakan seragam batik berwarna cokelat keemasan yang memadukan motif tradisional dengan sentuhan modern. Pola batik yang tampak pada pakaian mereka seolah melambangkan kekayaan tradisi ilmu yang mereka pegang teguh di pesantren dan madrasah.

Para bapak guru, dengan peci yang melekat rapi, berdiri di sisi kiri, memancarkan wibawa. Sementara ibu-ibu guru, dengan variasi hijab yang anggun dan gamis yang serasi, menempati bagian tengah dan kanan. Ada satu sosok ibu guru yang berdiri agak terpisah di paling kanan, dengan pakaian berbeda, mungkin beliau adalah perwakilan dari struktural atau tamu kehormatan, namun senyumnya sama hangatnya dengan yang lain.

Di tangan sebagian besar dari mereka, terpegang map atau berkas berwarna hitam dan putih, yang bukan sekadar map biasa. Map itu berisi piagam atau mungkin sertifikat, penanda sebuah pengakuan dan penghargaan atas dedikasi tanpa batas.
Tradisi Tukar Kado Penuh Makna

Acara hari itu dibuka dengan tawa renyah dan canda hangat yang mengalir bebas, terutama saat sesi Tukar Kado. Ini adalah tradisi tahunan yang paling dinanti. Setiap guru membawa satu bingkisan hadiah, dibungkus rapi, tanpa nama. Hadiah-hadiah itu kemudian dikumpulkan dan diundi.

Bayangkan momen ketika seorang guru bidang studi Fiqih mendapatkan kado berupa alat masak modern dari guru Bahasa Inggris, atau ketika seorang guru mata pelajaran umum menerima satu set kitab kuning berharga dari guru tahfiz. Proses tukar kado ini bukan hanya tentang materi, tetapi menjadi simbol sederhana tentang apresiasi horizontal—bahwa di hari istimewa ini, mereka semua adalah rekan sejawat yang saling menghargai, meninggalkan sejenak hierarki kelas atau mata pelajaran. Kejutannya sering kali mengundang gelak tawa, menyegarkan kembali semangat yang kadang terkuras oleh rutinitas mengajar.

Penghargaan untuk Pelita Abadi: 30 Tahun Lebih Mengabdi

Puncak acara hari itu adalah momen yang paling mengharukan. Suasana hening sejenak saat nama-nama para guru yang telah mengabdi selama 30 tahun lebih dipanggil maju ke depan. Mereka adalah saksi hidup sejarah Yayasan Khoiriyah Hasyim.

Ketika salah satu guru senior, yang rambutnya telah memutih namun tatapan matanya tetap memancarkan semangat membara, menerima piagam dan cinderamata, air mata haru tampak di sudut mata beberapa guru muda. Piagam di tangan mereka bukanlah sekadar kertas, melainkan sebuah prasasti pengabdian. Mereka telah mendedikasikan tiga dekade lebih untuk mencetak generasi, menemani ribuan santri, dan menjaga api salafiyah syafiiyah tetap menyala. Kisah-kisah pengabdian mereka—mulai dari mengajar di ruang kelas berdinding bambu hingga menyaksikan yayasan berkembang pesat—diceritakan kembali secara singkat, memompa semangat baru bagi para penerus.

Guru Teladan: Cermin Akhlak yang Mulia

Tak kalah penting, penghargaan juga diberikan kepada Guru Teladan. Kategori ini mungkin tidak dinilai dari lamanya mengajar, melainkan dari akhlak, inovasi, dan dedikasi luar biasa dalam mendidik serta membimbing. Sosok yang terpilih adalah cerminan dari filosofi pendidikan yayasan: bahwa guru bukan hanya mentransfer ilmu (transfer of knowledge), tetapi juga menanamkan karakter dan etika (transfer of value).

Guru teladan ini adalah sosok yang selalu siap mendengarkan keluh kesah santri, yang metode mengajarnya selalu menginspirasi, dan yang kehadirannya selalu membawa ketenangan di lingkungan yayasan.

Penghujung Hari:

Selesai sesi foto bersama ini, di mana mereka semua berdiri tegak dengan senyum bangga, para guru meninggalkan panggung dengan hati yang penuh. Mereka tidak hanya merayakan Hari Guru Nasional, tetapi merayakan ikatan kekeluargaan yang kuat dan sumpah setia mereka pada misi mulia: mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur pendidikan agama dan umum.

Foto ini akan tersimpan rapi, menjadi memoar visual yang mengingatkan mereka bahwa profesi guru di Yayasan Khoiriyah Hasyim Salafiyah Syafiiyah Seblak adalah panggilan jiwa yang senantiasa menuntut ketulusan, kesabaran, dan pengabdian tanpa batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Pengajian Rutin Malam Ahad Wage ...
Pembukaan SPMB Yayasan Khoiriyah...

Prestasi

Lomba Lari
Lomba Melukis

-

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

-

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman